Sunday, October 18, 2009

Jaminan Kristus untuk Kemenangan Atas Maut

Jaminan Kristus untuk kemenangan atas dosa terdapat dalam Why. 1:18, Aku telah mati, namum lihatlah, aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci neraka dan maut.

Ayat ini adalah intisari dari semua pekabaran Alkitab mengenai kemenangan atas maut. Kunci kuburan ada di tangan seorang sahabat-sahabat kita yang terbaik, Yesus Kristus—seorang yang bisa kita kasihi dan percayai. Kepastian yang lebih menghiburkan dan positif apa lagi yang dapat diberikan kepada dunia yang penuh duka ini?

Waktu Yesus berkata Ia memegang kunci kepada maut, apa yang dimaksudkan-Nya? Pertama , hanya Dia sendiri yang sanggup membuka rumah penjara maut yang gelap itu dan membebaskan semua tawanannya. Kedua, hanya Dia sendiri yang sanggup membuka rahasia maut yang gelap itu dan memberitahukan pada kta apa makananya. Dalam pelajaran ini kita akan membahas tujuh kunci kematian yang ditawarkan Yesus untuki menolong kita supaya kita mengerti kebenaran Alkitab mengenai kematian.

1. KUNCI PERTAMA – BAGAIMANA HIDUP MULAI
Sebelum kita mengerti apa arti kematian dan bagaimana kematian itu terjadi, kita haris terlebih dulu mengerti apa arti hidup dan bagaimana gidup itu dimulai.

*Kej 2:7* Allah mengehembuskan napas hiduup kedalam hidung manusia.
Disinilah Allah dalam beberapa kata sederhana, menjawab pertanyaan yang membingungkan manusia ribuan tahun lamanya tentang Asal khidupan. Kehidupan itu adalah karunia yang langsung dari tangan Allah. Setelah hidup itu dikaruniakan, bagaimaa hidup itu bisa dipertahankan? Apakah dengan demikian manusia itu sudah menjadi sumber kehidupan dan tidak bergantung lagi pada Allah? (Kej 2:9) Pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu. Pohon kehidupan itu adalah lambang ketergantungan manusia pada Allah secara keseluruhan, dan selamanya. Inilah peringatan yang kekal bahwa menausia itu tidak memiliki hidup dalam dirinya sendiri. Itu tidak kekal secara alamiah.
Hidupnya teragantung pada penurutannya. Jika dia terputus dari fasilitas pohon pemberi hidup itu maka hiduupnya pun akan berhenti juga.

2. KUNCI KEDUA – BAGAIMANA KEMATIAN DIMULAI
Kej 2:15-17 Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Inilah pertama kali Alkitab menyebut tentang kematian. Peringatan Allah ini adalah rahasia yang sangat membingungkan bagi Adam dan Hawa. Tadinya mereka tahu bahwa dunia ini penuh dengan kehidupan.

Kej. 3:5,6 Manusia percaya pada kebohongan Setan mengatakan hal yang bertentangan dengan peringatan Allah.

Kej. 3:17-24 Akibat buruk dari ketidaktaatan – pemisahan dari pohon kehidupan.

Rm. 5:12 Demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang.

CATATAN: Tanpa mengindahkan fakta-fakta Alkitab yang sudah jelas, suatu ide sudah tertanam dalam pikiran manusia bahwa walaupun sebagai seorang pendosa kita bisa kekal secara alamiah, yaitu sebagaian dari diri manusia itu tidak pernah mati. Jutaan manusia telah tertipu dengan kepastian yang palsu dari setan: SEKALI-KALI KAMU TIDAK AKAN MATI. Inilah yang menjadi akar tunggal dari semua kekacauan yang sudah menyebarluas mengenai hiduup, kematian, dan kekekalan. Namun kekacauan ini tidak perlu terjadi seandaianya manusia itu membaca serta percaya kepada kata kata terakhir dari buku kejadian pasal tiga. Suatu pertahanan yang pasti terhadap kebohongan setan ilah dengan menyadari bahwa dosa telam memutuskan hubungan manusia dengan fasilitas pohon kehidupan itu. Fakta Alkitab yagn mendsar seperti in tidak memberi kemungkinan bagi manusia pendosa untuk hidup kekal.

3. KUNCI KETIGA – BAGAIMANA KEMATIAN SETELAH KEMATIAN?
Kej. 3:19 Sampai engkau kembali lagi menjadi tanah sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. Ayat ini tidak memerlikan penjelasan.
Tidak ada unsur kerahasiaan di sini. Semua pengalamgan manusia membuktiakan sebutan Alkitab yang sederhana ini.

4. KUNCI KE EMPAT – BAGAIMANA DENGAN ROH SETELAH KEMATIAN?
Karena adanya kebingungan diantara umat Kristen mengenai masalah ini, ktia akan mempelajari fakta-fakta Alkitab yang berikut secara teliti.

Pkh. 12:7 “Roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Ayat ini tidak mengatakan bahwa roh oran gbaik kembali kepada Allah pada waktu kematian.
Tidak dibedakan antara roh orang baik dan roh orang jahat pada waktu kematian. Menurut ayan itu roh semua orang kembali kepada Allah pad waktu kematian. Apakah Roh itu? Menurut Alkitab Roh adalah dasar kehidupan atau napas kehidupan yang dikaruniakan Allah kepada manusia. (Kej. 2:7) dan kebada binatang (Kej. 7:15,21,22). Kata Ibrani yang umum untuk napas (RUACH) diterjemahkan menjadi ROH (Lih. ay. 33:4, 34:14 di mana Roh dan Napas digunakan secara bergantian.

Pkh. 3:19,21 Roh atau napas kehidupan adalah karunia Allah yang sama-sama dinikmati oleh manusia dan hewan yang lebih rendah dari manusia, jadi dalam hal in manusia tidak ada kelebihannya dari mahluk hewan.

Ayub 27:3 Roh atau napas dari Allah tinggal didalam lubang hidung manusia.

Mzm. 146:3,4 Nyawa manusia melayang dan ia kembali ke tanah menurur ayat ini, kematian itu adalah proses perpisahan napas kehidupan dari tubuh lawannya daari proses Allah memberikan hidup itu kepada manusia pada permualaan hidupnya.

Yak. 2:26 “Tubuh tanpa Roh sama dengan mati. Jadi defenisi Roh yang paling sederhana adalah jika digunakan dalam konteks ini, yang mempertahankan hidup didalam tubuh dan yang kembali pada Alah pad waktu kematian

CATATAN: Fakta yang lebih jauh dan lebih berarti yang kita perlu perhatikan disini. Karena hidup dan kesadaran itu adalah hasil dari persenyawaan antara roh napas dan tubuh, Alkitab tidak pernah menyarankan bahwa roh itu adalah jiwa kehidupan yan gkedua pusat kesadaran yang terpoisah yang dapat menikmati keberadaan dri walaupun terpisah dari tubuh.

Tidak ada diajarkan dalam Alkitab bahwa roh manusia mempunyai kuasa utnuk kesadaran yang terpisah inteligensia, meresa, sensasi, mengingat, atau kemauan sesudah atau sebelum bersenyawa dengan tubuh. Pengetahuan atas gakta ini akan menolong menyelamatkan kita dari kekacauan yan gbesar.*

5. KUNCI KELIMA - BAGAIMANA JIWA SESUDA KEMATIAN?
Kej. 2:7 “Sebagai hasil dari persenyawaan antara napas kehidupan dengan tubuh, manusia menjadi suatu jiwa yang hidup. Ayat itu tdak menyebutkan bahwa manusia itu diberikan suatu jiwa atau ia memiliki jiwa, tetapi ia adalah suatu jiwa.

Apa artinya jiwa yang hidup?
Menurut Alkitab suatu jiwa yang hidup adalah suatu mahluk yang hidup: seorang yang memiliki kesadaran, atau yang memiliki kepribadian; seseorang. Kej. 12:5; 36:6: Im 4:2, di mana istilah jiwa itu mengartikan seorang manusia.

Bandingkan Mat. 16:26 dengan Luk. 9:25 di mana Alkitab menggunakan istilah jiwa dan diri secara bergantian. Kenyataanya ialah bahwa jiwa itu berarti diri; manusia itu secara utuh, kepribadian yang menyeluruh, sadar, hidup, dan bernapas sebagaimana berfungsi secara wajar dalam hidup. Perlu dicatat dengan telitai bahwa tubuh sendiri bukanlah diri atau jiwa secara keseluruhan. Roh itu sendiri bukan pula diri atau jiwa. Jiwa atauy diri hanya terjadi apabila tubuh dan roh bersenyawa. Jiwa yang hidup atau diri adalah organismen manusia yang memiliki kuasa kesadaran, inteligensia, ingatan, emosi, sensai, dan kemauan tetapi hanya jikalau nafas dan tubuh itu masih bersenyawa. Dalam kematian, jiwa atau diri itu dengan segala kuasanya yang ajaib berhenti keberadaannya untuk sementara waktu.

Jiwa atau diri itu dengan segala kuasanya yang ajaib berhenti keberadaannya untuk sementara waktu. Jiwa tidak pergi kemana-mana pada waktu kematian, ia hanya berubah dari keberadaanya sebagai makhluk yang sadar kepada non makhluk.

Pkh. 9:5,6 “Orang mati tidak mengetahui apa-apa.

Pkh. 9:10 “Tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, dan hikmat dalam dunia orang mati.

Mzm. 6:5 “Didalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu”

Mzm. 115:7 “Anak-anak orang yang sudah mati itu menjadi mulia tetapi ia tidak tahu.”

Kis. 2:29,34 “Daud, walaupun sudah mati seribu tahun, ia belum naik kesurga”

Oleh karena itu perpisahan yang lengkap antara kesadaran dan kepribadian pada kemaian disebut tidur kematian Mzm. 13:4. lebih limapuluh kali dalam Alkitab, kematian itu diumpamakan dengan tidur karena tidur itu hanya keadaan sementara dengansuatu janji kebangkitan tertentu. Inilah cara jpemikiran yang terbaik, yang paling sederhana, yang paling positif, dan yang paling menghiburkan apabila kita memikirkan tentang kematian.

6. KUNCI KEENAM – WAKTU KUASA MAUT DIPUTUSKAN
Syukur kepada Allah karena Alkitab mengajarkan tentang keadaan dan nasib seseorang tidak berakhir drngan perpisahan sementara dengan jiwa ataupun pribadi pada waktu kematian. Allah mempunyai kuasa bila Ia kehendaki untuk mengulangi mukjizat yang tertulis dalam Kejadian 2:7 yang untuk memperstukan kembali tubuh dengan Roh atau memulihkan manusia yang sudah mati itu menjadi jiwa yang hidup atau diri yang mempunyai kesadaran. Inilah yang disebut dalam Alkitab sebagai kebangkitan orang mati.

1Kor 15:21,22 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.:22Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristu

Ayb. 14:12-15* “ Ayub mengharapkan utuk menunggu akan perubahan didalam kubur, apabila Allah memanggil dan langit itu tidak akan ada lagi.

Ayb. 19:26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,

Yoh. 5:28,29 “Bahwa semua orang yang didalam kuburan akan mendengar suara-Nya akan keluar.

1Kor 15:51-55 “ Orang-orang mati akan dibangkitakan dalam keadaan yang tidak dapat binasa.

1Tes. 4:16-16 “Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalm Karistus akan lebih dulu bangkit.

1Kor. 15:26 “Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Why. 21:4 “Tidak ada lagi perkabungan, atau ratap tangis atau duka cita.

Luk. 20:36 “sebab mereka tidak dapat mati lagi.

7. KUNCI KETUJUH – APA ARTINYA KEMATIAN BAGI ORANG KRISTEN?
Bagi umat Kristen, kematian itu diumpamakan dengan
a. Tidur (Kis. 7:60). Seribu tahun dalam kubur sampai seperti sejenak dalam kesunyian.
b. Bayangan (Mzm. 23:4) sebuah bayangan tidak berkuasa untuk menyakiti orang.
c. Seorang musuh yang sengatnya sudah dipatahkan (1Kor. 15:55), karena itu umat Kristen tidak takut akan maut seperti musuh abadi dan berkuasa.


Kesimpulan:
Rm. 8:33,39: Kematian, sekalipun dalam bentuknya yang paling mengerikan, tidak dapat menjatuhkan kita dari tangan Kristus. Dengan keyakinan ini, kita seperti Paulus boleh menghadapi kematian itu dengan tidak takut. (2Tim. 4:6-8). Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Yoh. 11:25.

Maruli Situmorang [situmorangmaruli@gmail.com]

sumber : http://terangduniaministry.blogspot.com/

Saturday, October 17, 2009

Ilustrasi Alkitab Dengan Lego dari Brendan “The Reverend” Smith


Seorang atheis dari San Fransisco, Brendan "The Reverend" Smith telah menghasilkan suatu karya yang sangat unik dalam pemberitaan injil bagi orang banyak. Karyanya yang sering ia sebut dengan The Brick Testament ini telah menghasilkan lebih dari 4.450 adegan dalam Alkitab yang diambil dari 412 cerita Alkitab. Dan yang unik adalah adegan itu dibuatnya dengan Lego.

Ia tidak bermaksud untuk mengejek isi Alkitab. Tujuannya adalah ia ingin memberikan gambaran bahwa memahami Alkitab dengan cara yang menyenangkan. Ia juga berkata bahwa dengan adanya karyanya ini memakai kutipan dari Alkitab semua.

Ide ini Brendan dapatkan karena ia telah membaca semua pasal dalam Alkitab pada saat ia belajar philosophy and ancient Christianity di Boston University. Dari saat itu ia ingin sekali membuat ilustrasi tentang cerita dalam Alkitab dengan apa yang ada. Lalu ia terpikir untuk menggunakan balok-balok Lego.

Sejak website dari karyanya ini dilansir pada 2001, berhasil memancing lebih dari 2 juta orang untuk mengunjunginya. Dan akhirnya membawa Smith pada pembuatan buku untuk karyanya (ilustrasi alkitab dengan lego). Ilustrasi cerita tentang 10 Perintah Allah dan Kitab Kejadian bahkan cerita tentang kelahiran Tuhan Yesus sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk Bahasa Jerman, Jepang, Korea, Swedia, Denmark dan Hungaria.

Tentu saja karyanya ini menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan (baik dari golongan atheis maupun orang percaya). Tetapi lebih banyak yang merasa diberkati dengan karyanya ini. Walaupun kritik kian meluncur tetapi ia sangat senang karena karyanya dipakai untuk pelayanan misalnya di sekolah minggu.

Tahun ini Smith berhasil menyelesaikan 4 ilustrasi dari Kitab Wahyu. Ia akan terus membuat ilustrasi yang lainnya dan menaruhnya di website. Selain membuat karya Legonya ini, ia juga bermusik dan membuat komik. Salah satu komiknya adalah "The Second Coming" yang dipublikasikan di The Daily Free Pres.

Sumber : jawaban.com (christianpost.com/agn)

Friday, October 16, 2009

Spritualitas Oprah Winfrey di Ekspose


Oprah Winfrey, wanita ini masuk dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia. Ada jutaan bahkan mungkin miliaran orang di seluruh penjuru dunia yang dipengaruhi oleh acara talkshownya dan juga majalah "O"-nya yang sangat popular. Salah satu topik bahasan yang sering diangkatnya dan banyak menyentuh hati jutaan orang adalah "spiritualitas" dan Oprah menyatakan bahwa dirinya adalah orang Kristen.
Selain terkenal karena kerajaan media yang dibangunnya, Oprah juga dikenal karena berbagai kegiatan sosial dan kemurahan hatinya dalam membantu sesama. Oprah mengatakan bahwa dirinya begitu bersemangat melayani Tuhan. Namun sayangnya, ada satu hal yang tidak disadari banyak orang, "Tuhan" menurut Oprah berbeda dari apa yang di Alkitab.
Seorang Apologetika terkenal dan juga penulis buku best seller Josh McDowell dan didampingi oleh Dave Sterrett dari Probe Ministries International memaparkan hal ini dalam buku baru mereka yang berjudul - "O" God : Sebuah Dialog Kebenaran dan Spiritualitas Oprah - yang ditujukan kepada orang Kristen untuk belajar membedakan apa yang benar dan apa yang tidak dalam pengajaran yang begitu dasyat disampaikan Oprah melalu kerajaan medianya.
"Oprah merupakan salah satu orang paling berpengaruh di dunia, kata McDowell. "Dia bertindak dengan kepribadian yang fenomenal, dan saya memuji dia atas begitu banyak proyek yang baik untuk menolong orang lain, meskipun saya tidak setuju dengan apa yang dia ajarkan. Yang saya lakukan tidaklah mengajak orang-orang untuk melawan Oprah, tetapi membuat mereka berpikir tentang iman mereka sehingga mereka menemukan apa yang sungguh-sungguh benar, bukan hanya menyerah pada pandangan yang ada saat ini atau yang sedang popular di dalam budaya saat ini."
Pandangan spiritual Oprah membuat orang merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, demikian ungkap Sterrett, hal ini secara alami menarik banyak orang. Tetapi fokus pada perasaan tanpa berpikir berdasarkan apa yang mereka percayai akan memimpin banyak orang pada kesesatan yang berbahaya.
"Banyak orang Kristen pada dasarnya sangat bergantung pada perasaannya. Mereka bertanya apa yang dirasanya baik untuk kehidupan mereka. Tetapi mereka tidak diselamatkan berdasarkan perasaan. Kita diselamatkan berdasarkan kebenaran yang diwahyukan oleh Allah,"demikian tambah Sterrett.
Para penulis buku ini mengharapkan dengan melihat perbedaan kebenaran Alkitab dan pengajaran Oprah hal tersebut bisa menginspirasi orang-orang Kristen untuk "memikirkan apa yang benar-benar penting".
Salah satu sorotan yang ada dalam buku ini adalah tentang pernyataan Oprah bahwa dia sebagai orang Kristen hanyalah mengikuti salah satu jalan yang akan membawanya pada Tuhan, dan bahwa semua orang apapun agamanya jika tulus menjalaninya akan diselamatkan. Tetapi Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Yesus-lah satu-satunya jalan untuk terhubung dengan Tuhan.
Selain itu, Oprah juga mempercayai bahwa orang dapat menemukan kekuatan spiritual dengan terhubung dengan dirinya sendiri, itu sebabnya salah satu yang popular diajarkan Oprah adalah tentang Yoga.
Banyak hal yang dikupas dalam buku ini tentang pengajaran dan kepercayaan Oprah. Anda pasti akan diberkati ketika menemukan bahwa banyak dari kebenaran Alkita telah dikompromikan Oprah dengan kebudayaan dan apa yang sedang berkembang di jaman ini. Namun sebagai orang percaya, kebenaran yang ada dalam Alkitab tidaklah bisa dikompromikan.
Sumber : Cross Walk (www.jawaban.com)

Thursday, October 15, 2009

Kritik Dalam Gereja


Sebagai seorang pengajar, pendeta dan seorang penafsir Alkitab di Gereja Katolik Roma Martin Luter sangat tertekan hatinya. Khususnya saat ia menafsirkan kitab Roma. Dia tiba pada pasal 1:16, Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Firman ini sangat menemplak hati Luther karena ia tahu bagaimana Gereja Katolik mengajarkan pembenaran oleh perbuatan manusia demi mendapat surga. Gereja mengajarkan orang-orang harus membeli Surat-Surat Penghapus Siksa di Neraka dan bukannya keselamatan karena iman.

Bermalam-malam dilalui Luther dengan sejumlah pikiran tentang hal ini. Ia tahu apa akibatnya jika menentang dan mengkritik Gereja. Dikucilkan dan bisa-bisa nyawa melayang. Sebagai seorang imam ia tahu persis siapa yang akan dia lawan jika berani mengkritik Gereja.

Namun akhirnya ia menyerah pada tuntunan Roh Kudus. Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther menempelkan 95 buah dalilnya di pintu gereja Wittenberg, yang merupakan kritik terhadap gereja sebagai protes atas dalil penjualan "surat-surat penghapusan siksa".

Dalil-dalil tersebut, diterjemahkan oleh mahasiswa-mahasiswa ke dalam bahasa Jerman, dengan maksud agar diketahui oleh banyak orang. Cara demikian memang sangat tepat, sehingga dalam waktu singkat, sudah tersiar di seluruh Jerman. Saat itu juga pemimpin Gereja Katolik Paus Leo X langsung menyatakan Luther sebagai penyesat dan mengucilkannya dari Gereja. Beruntung nyawa Luther diselamatkan Tuhan dalam berbagai kesempatan saat mana ia ingin dibunuh oleh para pengikut setia gereja.

Dari kisah di atas kita dapat mengambil suatu definisi mengenai kritik yakni:
• Kritik disampaikan kepada seseorang atau sebuah institusi terhadap kebijakan ataupun sikap yang dilakukannya.
• Kritik dapat disampaikan secara lisan ataupun tulisan.
• Kritik tidak pernah enak selalu berisi kecaman dan tentangan terhadap suatu atau lebih aturan yang dirasa tidak sesuai dengan kenyataan.
• Kritik biasanya menyinggung orang yang dikritik sehingga mereka karena kekuasaannya menjadi marah atau menggunakan kekuasaannya untuk melakukan berbagai hal untuk melindungi martabatnya.
• Demikian juga kritik menyinggung orang-orang lain yang setuju dengan si korban kritikan dan mereka akan menggunakan berbagai cara untuk membela diri.

Dilihat dari landasan atau dasar atau sumber kritikan, maka kritik dapat dibedakan menjadi dua bagian yakni, Kritik berdasar dan Kritik tidak berdasar.
• Kritik berdasar adalah kritik yang dilandaskan pada kebenaran firman Tuhan, kepada suatu kenyataan di lapangan, kepada suatu hal yang ada buktinya. Yang disampaikan bukan untuk kepentingan diri semata melainkan untuk kepentingan Tuhan, Gereja, atau rakyat banyak.

Kritik ini disampaikan bukan karena dendam, sakit hati ataupun kecewa melainkan karena hanya ingin meluruskan dan membuat sesuatu menjadi berada pada relnya. Sebagai contoh adalah kisah diatas, Kritik Luther terhadap gereja.

• Sementara kritik tak berdasar disampaikan biasanya karena sakit hati, dendam atau kecewa. Sebagai suatu bentuk protes yang lahir dari hati yang penuh kepahitan. Biasanya penyampaiannya tidak memiliki dasar atau bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik tak berdasar selalu lahir dari perasaan sendiri dan menyampaikan dengan membabi buta sehingga bisa dianggap sebagai pencemaran nama baik. Sebagai contoh adalah kritik orang Israel terhadap Musa yang mengatakan bahwa Musa hanya ingin berkuasa saja atas mereka dan mengeksploitasi mereka. Kritik ini dianggap serius oleh Tuhan dan Dia menghukum mereka.

Bagaimana Cara Mengkritik?
Di sepanjang Alkitab kita melihat kritikan yang berdasar dapat dijumpai di mana-mana. Mulai dari kritikan Tuhan atas dosa Adam dan Hawa hingga kritikan Yesus atas gereja-gerejaNya dalam kitab Wahyu. Mulai dari kritikan Nuh atas Ham anaknya hingga kritikan nabi Natan atas Raja Daud. Mulai kritikan seorang anak kecil, Samuel terhadap Imam Eli hingga kritikan Paulus terhadap Petrus. Apa yang disampaikan disini hanya sebagian kecil saja.

Daftarnya sangat panjang dari kitab Kejadian hingga Wahyu kritik yang berdasar dapat kita jumpai Sebagai Pencipta Tuhan menjadi sangat berotoritas mengkritik ciptaanNya agar menjadi pribadi yang sempurna. Dalam Alkitab Tuhan mengkritik sikap orang Israel yang keras tengkuk dan bahkan menghukum mereka. Juga Tuhan Yesus dengan tegas mengkritik sikap ahli taurat dan farisi yang hanya mementingkan ibadah jasmani saja. Mereka hanya jago mengkhotbahi orang lain tapi tidak bisa melakukan.

Sebagai pengantara Tuhan dengan umatNya maka Nabi/imam/Pendeta/Pemimpin Agama memiliki otoritas juga untuk menjadi pengkritik baik secara person to person maupun saat menyampaikan khotbah. Sayang kritik tanpa urapan Roh Kudus seringkali malah membuat orang meninggalkan gereja. Kritik yang penuh kasih akan menyelamatkan orang berdosa.

Sebagai umat, maka setiap jemaat juga memiliki kesempatan untuk mengkritik gereja atau pendetanya ataupun pemerintah. Hanya saja kritikan itu sudah seharusnya memiliki dasar dan bukti-bukti dan dengan maksud baik bukannya ingin memecah belah melainkan ingin memperbaiki dan meluruskan yang salah dan dengan penuh kasih.

Daud ketika berhadapan dengan Saul dia tidak berani menjamah Saul meskipun ada kesempatan untuk itu. Dalam 1 Samuel 26:23 dia berkata. “TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.” Namun demikian bukan berarti kita tidak boleh mengkritik.

Leo Tolstoy, seorang sastrawan Rusia yang ternama sampai akhir hidupnya dikucilkan gereja karena mengkritik habis-habisan system keuangan gereja dan cara hidup imamnya. Meskipun demikian kritikannya sangat berdasar dan hanya karena kesombongan gereja saja sehingga tidak mau mengakui kebenaran kritikan itu.

Kisah di atas, mengenai Marthin Luther yang mengkritik gereja adalah karena kehendak Tuhan. Dan jika Luther tidak patuh mungkin saja kita tidak akan melihat munculnya kita sebagai umat Protestan sekarang ini. Kritikan Luther juga telah membuahkan hasil yakni dimulainya penerbitan Alkitab ke dalam bahasa Jerman kemudian Belanda dan akhirnya ke berbagai bahasa hingga Bahasa Indonesia. Bayangkan jika Luther tidak mengkritik gereja maka mungkin hingga kini tidak ada terjemahan Alkitab dalam bahasa kita.

Jika anda memiliki motivasi murni dan memiliki dasar yang tepat dan teruji tentu saja mengkritik suatu kebijakan gereja, pendeta atau Negara adalah kewajiban. Kita tidak bisa mengatakan bahwa karena mereka adalah hambaNya maka mereka tidak boleh dikritik. Sebaliknya jika itu adalah kebenaran maka kita akan berdosa jika membiarkan orang, gereja atau pendeta menuju jurang. Tuhan menghukum Eli dengan membunuh semua keturunannya karena dia tidak pernah mengkritik anak-anaknya yang jahat.

Tuhan juga mengijinkan terjadinya perang saudara antara anak-anak Daud karena Daud tidak berani mengkritik anaknya Amnon yang memperkosa adiknya Tamar.

Tuhan menghukum Yunus karena ia tidak berani mengkritik orang-orang kota Ninewe dengan membuat ia tinggal di perut ikan tiga hari lamanya. Yesus berkata Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Paulus juga menasihati, agar berani menegor mereka yang hidup dengan tidak tertib, menghibur mereka yang tawar hati, membela mereka yang lemah, dan sabar terhadap semua orang.

Bagaimana Menyikapi Kritik?
Kritik yang berdasar biasanya di sikapi dengan bijak oleh mereka yang bijak. Misalnya sikap Daud saat dikritik Nabi Natan, dalam 2 Samuel 12: 13 ia berkata: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

Setiap kritik janganlah disikapi dengan penuh amarah. Tapi sikapilah dengan bijak. Jangan seperti Raja Ahab dan Izebel yang benci dengan kritikan nabi Elia sehingga berusaha sedemikian rupa ingin membunuh Elia. Jangan juga seperti raja Herodes yang membunuh Yohanes hanya karena kritikan berdasarnya mengenai istri Herodes. Setiap orang bijak akan merendahkan diri, mengecek hatinya apakah kritikan itu mengandung maksud Allah dan bertobat jika memang itu adalah kebenaran.

Petrus tak bisa menolak lagi ketika Tuhan mengkritik sikapnya yang anti orang non Yahudi. Dalam sebuah penglihatan Tuhan menyatakan kepadanya bahwa apa yang Dia anggap halal maka janganlah Petrus bilang haram. Petrus bertobat dan mulai menginjili orang yang bukan Yahudi.

Leo Tolstoy berkata jika orang pintar mengkritik orang lain maka dia harus juga berani mengkritik diri sendiri termasuk menerima kritikan dari orang lain.

Tips Mengkritik
Jika dalam hati anda ditaruh Tuhan sebuah kritikan terhadap orang lain atau sesuatu maka pertimbangkanlah untuk melakukannya dengan menimbang hal-hal berikut:
1. Apakah kritikan itu benar, sesuai dengan firman Allah
2. Apakah kritikan itu adalah merupakan kehendak Tuhan
3. Sudahkah anda akan melakukannya dengan kasih
4. Sudahkah anda melakukannya dengan motivasi yang murni
5. Sudahkah anda mengkoreksi diri sendiri sebelum mengkritik
6. Sudahkah anda berdoa bagi orang yang dikritik itu?

2 Timotius 4: 2, Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Tips Dikritik
Selama anda hidup pastilah akan ada orang lain yang akan mengkritik anda. Apalagi jika anda adalah seorang public figure dan pemimpin, pasti kritikan itu akan datang. Maka saat menerima kritikan lakukanlah seperti ini:
1. Terima dengan kepala dingin
2. Mengucapsyukur untuk semua kritikan
3. Mengecek apakah kritikan itu memiliki nilai kebenaran
4. Bertobat jika kritikan itu benar
5. Tidak keras kepala dan mengeraskan hati.
6. Berdoalah bagi mereka yang mengkritik anda

2 Tesalonika 3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

article by: Hendra Kasenda (terangdunia.com)

Wednesday, October 14, 2009

Tell Me, What It Takes To Let You Go?


Suatu sore di tengah telaga, terlihat dua orang yang sedang memancing. Tampaknya, ada ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, keduanya sibuk mengatur joran dan umpan. Air telaga bergoyang perlahan, membentuk riak-riak air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah percakapan.

'Ayah.'
'Hmm...ya... ', sang ayah menjawab pelan. Matanya tetap tertuju pada ujung kailnya yang terjulur.

'Beberapa malam ini,' ucap sang anak, 'aku bermimpi aneh. Dalam mimpiku, ada dua ekor singa yang tampak sedang berkelahi dalam hati ku. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Ke duanya sibuk mencakar dan menggeram, seperti saling ingin menerkam. Mereka tampak ingin saling menjatuhkan. '

Anak muda ini terdiam sesaat. Lalu, mulai melanjutkan cerita, 'singa yang pertama, terlihat baik dan tenang. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya keras, tapi terdengar menenangkan buat ku.'
Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan.

'Tapi, Ayah, singa yang satu lagi tampak menakutkan buat ku. Geraknya tak beraturan, sibuk menerjang kesana-kemari. Punggungnya pun kotor, dan bulu yang koyak. Suaranya parau dan menyakitkan. Aku bingung, apakah maksud dari mimpi ini. Apakah singa-singa itu adalah gambaran dari sifat-sifat baik dan buruk yang aku punya? Lalu, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sama kuat?'

Melihat anaknya yang baru beranjak dewasa itu bingung, sang Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung pemuda gagah di depannya.
Sambil tersenyum, ayah berkata, 'PEMENANGNYA ADALAH YANG PALING SERING KAMU BERI MAKAN!'

Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Lalu, dengan satu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke tengah telaga. Tercipta kembali pusaran-pusaran air yang tampak membesar. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian telaga.

temans,
Dalam TIAP HARI, TIAP DIRI kita memiliki DUA EKOR SINGA yang selalu bersaing. Keduanya, memang selalu saling menjatuhkan. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi yang lainnya. Pertarungan diantara mereka, tak pernah tuntas, karena bisa jadi sering terjadi pergantian pemenang bagi keduanya. Kalah-menang, dalam persaingan macam ini, layaknya mata koin yang selalu berganti-ganti. Dan kita sering dibuat bingung, sebab kedua kekuatan baik-buruk ini terlihat sama kuatnya.

Tapi, siapakah pemenangnya saat ini dalam diri kita? SINGA yang kokoh, dengan bulu-bulu yang teratur, dan gerakan yang mantap serta pasti, ataukah? SINGA yang sibuk menerjang kesana kemari, dengan bulu-bulu yang koyak, dan seringkali menjadi SINGA yang menakutkan?

Dan kemudian, SINGA macam apa yang kini sedang menguasai Anda dan saya? SINGA yang optimis, pantang menyerah, tekun, sabar, damai, rendah hati, serta toleran, ataukah? SINGA yang pesimis, tertekan, mudah menyerah, sombong dan penuh dengki?

DIRI KITA sendirilah yang menentukan kemenangan bagi ke dua SINGA-SINGA tersebut!
Jika kita sering memberi 'makan' pada SINGA damai tadi, maka imbalan KEBAIKAN-lah yang akan kita dapatkan!
Jika kita terbiasa untuk memupuk optimis dan pantang menyerah, maka SINGA KEBERHASILAN-lah yang akan kita peroleh! Namun sebaliknya, jika setiap saat kita memendam marah, menebar prasangka dan dengki, bersikap tak sabar, dan mudah menyerah, maka akan jelaslah SINGA macam apa yang akan jadi pemenangnya!

temans,
Biarkan SINGA-SINGA penuh semangat hadir dalam jiwa kita!
Rawatlah SINGA-SINGA itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani!
Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya!
Perkuat punggung optimisnya, dan pertajam selalu kuku-kuku kesabaran miliknya!
Biarkan SINGA ini yang jadi PEMENANG-nya!

Namun, JANGAN BIARKAN SINGA-SINGA pemarah menguasai pikiran Anda dan saya!
JANGAN PERNAH berikan kesempatan bagi kedengkian itu untuk membesar sehingga menjadi penghalang keberhasilan Anda dan saya!
JANGAN BIARKAN rasa pesimis, jiwa yang gundah, tak sabar, serta rendah diri menjadi pemimpin bagi Anda dan saya!

article taken from: dianasihotang.com

Tuesday, October 13, 2009

Tegar di Masa Sukar


Seluruh umat manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali mengalami satu situasi,yang semakin sulit. Segala aspek yang ada tidak ada yang terhindar dari kata sulit,semua serba susah dan menyentuh titik krisis.

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terahir akan datang masa yang sukar. (2Tim. 3:1)
Hal serupa juga dialami oleh orang orang percaya (gereja)satu situasi yang memang nsudah dinubuatkan dalam Alkitab, sebut saja dalam 2 Tim 3:1 pada hari–hari terahir akan datang masa yang sukar; Efesus 6:10 –Paulus menguatkan jemaat efesus untuk kuat, dalam ayat 12 dikatakan kita menghadapi perang.

Sebagai orang percaya yang mempunyai sandaran firman Tuhan,situasi sulit yang dihadapi tentunya tidak melemahakan iman kita,karena Tuhan lewat FirmanNya memang memberikan kiat-kiat dalam menghadapi masa-masa sukar itu,dalam pendalaman Alkitab kali ini ,kita membahas 3 (tiga) kiat menghadapi hal-hal yang menyulitkan dan membuat sesak hidup ini. Kiat tersebut adalah:

1. BERDOA
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah dengan berdoa masalah
Kita akan segera berahir?... melihat hal ini Yak. 5:16 mengatakan doa
doa orang benar sangat besar kuasanya,jika dilakukan dengan iman,
ternyata ada persyaratan dalam kita berdoa yaitu IMAN,iman yang
menguatkan hati kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Luk. 1:37; Mat. 21:22

Lepas dari itu langkah doa adalah satu nasehat yang Tuhan sendiri berikan kepada kita,saat Dniel menghadapi masalah dalam kepentingan ibadah ,Daniel tetap berdoa,karena ia yakin bahwa Tuhan pasti memberikan jalan keluar terhadap masalahnya.
Salomo mengingatkan dalam ayatnya yang terkenal Ams. 3:5-6 percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati,termasuk dalam hal doa, kita berdoa karena memang kita tidak punya daya apa-apa,untuk melakukan sesuatu, semua karena pertolongan Tuhan,
Mzm. 127:1,2

Kita harus bersyukur, karena dapat mengambil langkah (kiat) untuk berdoa ,karena tidak semua manusia mampunyai kiat seperti ini,dengan berdoa masalah kita dapat selesai.Paulus dan Silas mengambil langkah berdoa saat mereka harus menghadapi nkurungan dan belengu Kis. 16:25 lewat doa setiap ikatan (hal-hal yang sulit) dapat terlepas.

2. MENGAKU DENGAN JUJUR /TULUS ATAS SETIAP DOSA DAN PELANGARAN KITA
Ananias dan Safira gagal Kis. 5:1-11,, karena mereka tidak jujur atas dosa mereka,kita harus menyadari dosa membawa kerugian yang sangat besar.Yer. 5:25 bahkan dosa mendatangkan pemisahan hidup kita dengan Allah(maut) Rm. 6:23; Yeh. 18:20,,, dalam rumus kitab Taurat, seorang yang mengalami satu kesalahan/pelangaran harus dikenai hukuman yang setimpal (misal mata ganti mata gigi ganti gigi) tetapi syukur kepada kita yang mendapat kasih karunia Tuhan Yesus, mati bagi kita menghapus segala dosa pelangaran kita.

Daud menyadari kekeliruannya yang besar dalam hidupnya MZM 51:5 skandalnya dengan Betsyeba membuat hubungannya dengan Allah rusak oleh sebab itu ia mengaku dengan jujur dan tulus setiap kesalah,dan langkah selanjutnya yang diambil oleh Daud adalah memohon ampun kepada Allah. Mzm 32:5; Bil. 5:5-7
Kitab Taurat telah menentukan tentang pengakuan dosa kerena kita sudah mengerti dosa membawa kerugian yang sangat besar. Yes. 59:1,2; 2Kor 7:10; Mzm. 51:1-9
Kita juga harus mempunyai sikap meyakini pemgampunan Allah yang luar biasa Mzm. 130:3,4 ;103:12

3. KIAT KETIGA ADALAH TEGUHKAN HATI MELALUI JANJI JANJINYA, KARENA ALLAH BUKAN MANUSIA TERHADAP JANJI ITU
Bil. 23:19
Dengan keteguhan hati hidup kita akan lebih dipenuhi dengan semangat dan kepercayaan yang tinggi terhjadap janji-janji Allah, Ams. 14:8 saat Elia mengalami lemah iman menghadapi Izebel, Allah menguatkan hati dan memulihkan jiwa hidup Elia, hanya Allah dapat memberikan semangat seperti yang diungkap dalam Yes. 40:28-31 Daud sukses mungalalahkn Goliat, karena ia yakin akan kebesaran Allah.jadi taguhkan hati kitaterhadap janji-janji Allah

Firman Tuhan sudah memberikan langkah (kiat-kiat) bagi kita untuk menghadapi masalah har-hari yang sewmakin sulit dan sukar ini,percaya Tuhan YESUS manpu menolong kita janjiNya tidak pernah dan akan berubah amin Tuhan Memberkati.

oleh : Pdt F Pattiradjawane

Monday, October 12, 2009

Dont Ask for 1+1


Hidup rumit? Pasti.
Semua orang anggep masalahnya paling gede? Pasti.
Semua orang pengen yang selalu cepet sama instan? Pasti.
Semua orang pengen yang selalu gampang? Pasti.

Tapi coba de pikirin.
Tuhan kita SANGAT LUAR BIASA. Iya kan?
Sekarang, kita, anak-anakNya, pasti juga luar biasa dong?

Kalo hidup kita bagaikan mat, kita pasti ada itungan pake akar, aljabar, konstanta, tingkat 5, tingkat 6, dll. Pasti variasi, ada waktu-waktu yang susah, ada waktu-waktu yang gampang.
Jangan minta life kita supaya cuman tambah-tambahan sama kurang-kurangan dan yang paling susa cuman kali sama bagi doang. Buat apa?

Justru orang akan selalu belajar. Ilmu akan terus bertambah.
Kalo cuman soal tambah, kurang, kali, bagi mah kita juga ga bakal maju, disitu-situ aja.
Jangan minta amannya aja. Tapi justru pelatihan dari pengalaman-pengalaman yang kita lalui, & masalah-masalah kita yang kita hadapi, justru itulah yang selalu buat kita maju dan terus aktif bertanya dan bersandar penuh dengan Guru kita.

Kalo anggep aja lu sekarang SMA, kuliah, kerja, mao jadi apa kalo cuman bisa 1+1? Ga bakal maju kan? Disitu-situ aja kan?
Tuhan tuh Guru yang baik, Dia ngelatih kita dari yang kecil-kecil sampe yang besar-besar, Dia tau seberapa besar kemampuan kita, & seberapa besar latihan-latihan yang Dia harus berikan. Dia lebih tau daripada kita, & itu semua Dia lakukan untuk keuntungan & kebaikkan kita sendiri. Dan suatu hari, kita yang bisa melewatinya dengan baik, akan mendapatkan sebuah piala dan penghargaan: HIDUP KEKAL BERSAMA-NYA :)

Life's not simple, we are not ordinary, so it's quite a balance.


Wishes and More,
Sheena Pascany
taken from notes @ facebook

Sunday, October 11, 2009

JANGAN LUPA DIRI



C.S. Lewis, dalam bukunya yang berjudul The Screwtape Letters, mengungkapkan, “Kesuksesan dan kemakmuran mengikat manusia kepada dunia. Manusia merasa mengejar kesuksesan dan kemakmuran sebagai suatu proses dalam hidup untuk menemukan tempatnya di dalam dunia. Padahal sebenarnya dunialah yang sedang mencuri tempat di dalam hatinya.”

Di dunia ini, kesuksesan dan kemakmuran seseorang umumnya diukur dengan kemapanan pekerjaan dan besar kecilnya penghasilan. Untuk mencapai hal-hal itu, acap kali kita sudah berencana sejak kecil, dengan belajar rajin dan bekerja keras agar dapat masuk ke sekolah unggulan, universitas favorit, dan akhirnya perusahaan yang bergengsi. Ditambah dengan persaingan yang semakin hari semakin ketat, kita pun belajar lebih rajin lagi dengan mengikuti les ini dan les itu—tiada habisnya, memacu diri dengan bekerja lembur, menghadiri malam-malam networking guna mencari peluang bisnis, dan sebagainya.
Pekerjaan yang mapan dan penghasilan yang besar tentu bukan sesuatu yang buruk. Akan tetapi, kita harus sangat berhati-hati saat berusaha mencapai prestasi dan penghasilan yang mapan. Jangan biarkan diri kita menjadi sangat terikat pada hal-hal tersebut, sebab keberadaan kita di dunia hanya sementara waktu. Seperti kisah orang kaya yang bodoh dalam firman Tuhan hari ini. Pemazmur mengatakan usia manusia mungkin tujuh puluh tahun, dan jika kuat delapan puluh tahun. Jadi, kita tak boleh berusaha terlalu keras atau merasa terlalu nyaman di dunia sampai melupakan kehidupan kekal.

Jangan melekatkan hati kepada harta kekayaan

Penulis: Mathias Dharmawirya -
www.renunganharian.net

Saturday, October 10, 2009

Optimis




Inginkah Saudara menjadi Presiden Amerika Serikat? Mungkin Saudara memimpikannya waktu masih kanak-kanak, tetapi jika Saudara melewati umur lima belas tahun, kemungkinan Saudara kurang terpikat lagi pada ide tersebut. Saudara mengetahui bahwa untuk memimpin negara yang membujur dengan aneka ragam keadaan ini dan menjaganya agar tidak terpecah belah, diperlukan bakat khusus.
Pada tahap awal pemilihan Presiden Amerika tahun 1976, salah seorang penulis tetap sebuah surat kabar mencatat bahwa kecuali satu orang, orang-orang lain yang bersedia mencalonkan diri menjadi presiden adalah orang-orang yang dibesarkan di kota-kota kecil sampai kota-kota ukuran menengah: Gerald Ford di Grand Rapids, Michigan; Ronald Reagen di Dixon, Illinois; akhirnya si pemenang, Jimmy Carter di Plains, Georgia; dan setengah lusin lainnya. Satu-satunya orang kota besar dalam pemilihan ini adalah Jerry Brown dari San Franscisco.
Kemudian penulis itu mengemukakan suatu penyebab: kehidupan di kota kecil memberi Saudara suatu perasaan bahwa Saudara dapat berubah. Masalah-masalah tidak membanjir secara total; jika Saudara mengatasinya sebagian demi sebagian dan tidak menyerah, Saudara akhirnya akan berhasil. Jadi, orang-orang ini membawa bersama mereka sikap "aku-bisa-menanggulanginya" sepanjang perjalanan mereka menuju kedudukan terkemuka di negara itu.
Pandangan demikian barangkali lebih sulit tertanam di daerah kota-kota besar—tempat di mana orang-orang penakut memunyai banyak alasan untuk berpikir. Siapakah yang dapat sedikit saja mengurangi semua kekacauan ini?
Orang-orang Kristen—entah dibesarkan di kota atau di desa—memunyai dasar yang berbeda untuk dapat hidup dengan penuh pengharapan. Mereka bertekun untuk hidup atau untuk maju sebab mereka mendengar Allah berkata, "Aku bisa menanggulanginya." Dalam dunia yang negatif ini, orang-orang Kristen memegang teguh ide gila itu bahwa manusia bisa diubahkan. Pria, wanita, remaja, semua tidak harus tinggal tetap sama seumur hidup. Tidak perlu segala sesuatu berjalan sama seperti sebelumnya.
Sekarang jelas bahwa hal ini didasarkan pada kepercayaan kepada Allah yang terus bekerja. Dikisahkan mengenai Voltaire, seorang Perancis terkenal yang anti-Tuhan, yang pada tahun 1778 terbaring kesakitan hampir mati karena uremia (kadar urin dalam darah terlalu tinggi). Seorang Kristen datang menjenguknya dan berbicara tentang bagaimana filsuf itu masih bisa menerima pengampunan dan damai sejahtera berdasarkan apa yang Allah telah lakukan baginya di kayu salib, tak peduli apa yang telah terjadi sebelumnya dalam hidupnya.
Voltaire tegak di tempat tidurnya, mengumpulkan kekuatannya yang masih tersisa, lalu menjawab dengan marah, "Tuhan tidak melakukan apa-apa!"
Jika Saudara percaya pada Allah yang pada dasarnya duduk diam saja, maka Saudara hanya memunyai sedikit alasan untuk bersikap positif dalam menghadapi dunia ini. Kita dibiarkan berbuat sesuka hati kita untuk memeroleh perubahan dan perbaikan -- dan berapa banyak perubahan yang dapat kita harapkan? Sedikit sekali.
Saya telah berbicara dengan mereka yang menggunakan hidupnya untuk menolong para pecandu alkohol. "Bagaimana Anda memulai?" saya bertanya pada orang yang dahulu juga pemabuk; Allah telah membebaskan dia 19 tahun sebelumnya.
"Langkah pertama adalah memulihkan kepercayaan," katanya. "Semua hal lain harus menunggu sampai peminum yang menyusahkan itu dituntun untuk berpikir bahwa ia dapat berhasil kali ini. Saya menceritakan pengalaman saya kepada mereka; saya memberi mereka janji-janji Tuhan; saya memperkenalkan mereka kepada para bekas pecandu alkohol lain yang sudah berhasil sembuh -- semuanya dengan tujuan untuk membuat langkah penting pertama itu. Begitu terlihat ada harapan, berarti kami sedang menuju keberhasilan."
Alkitab menceritakan sebuah kisah menarik mengenai dua pemuda yang dengan pengharapan mereka pada Allah, terus bekerja, dapat tetap bersikap positif di tengah-tengah keadaan yang menakutkan. Dalam 1 Samuel 14, pasukan Israel berada dalam kondisi menyedihkan. Kereta perang orang Filistin lima kali lebih banyak dari jumlah pasukan Israel; kekuatan pasukan telah berkurang menjadi hanya enam ratus orang. Raja Saul sudah jelas kehilangan kendali; ia tidak bisa memutuskan apa yang harus ia perbuat. Pilihannya benar-benar terbatas, karena orang Filistin telah menangkap semua tukang besi orang Israel, yang berarti orang Israel tidak memiliki persenjataan baru lagi. Fakta yang sebenarnya adalah bahwa semua orang Israel sedang menantikan saat untuk mati.
Tetapi ada Yonatan, anak Saul. Apakah dia bertahan dan mengerahkan pasukan Israel dengan pidato yang bersemangat dan penuh iman? Tidak. Ia hanya bisa mengumpulkan sedikit pengharapan. Ia menoleh pada seorang yang lain, pemuda yang membawa senjatanya dan ia mengusulkan agar mereka pergi memeriksa pasukan pengawal orang Filistin. Mengapa?
"Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang." (1 Samuel 14:6)
Perhatikan bahwa ia tidak berjanji apa-apa. Tidak meramalkan apa-apa. Ia hanya menyatakan fakta. Kedua pemuda itu dengan hati-hati sekali memerlihatkan diri kepada musuh yang angkuh itu. "Naiklah kemari, maka kami akan menghajar kamu," teriak pengawal. Tetapi sebelum hari itu berlalu, keadaan malah berbalik. Yonatan dan bujang pembawa senjatanya telah membalikkan keadaan dan orang Israel memeroleh kemenangan yang menggemparkan.
Itulah yang bisa dilakukan oleh pengharapan. Orang yang berada dalam kesusahan sering berkata, "Saya tidak mau berharap." Ya! Berharaplah! Pengharapan itu bukan kebodohan. Pengharapan adalah bisikan lembut di dalam hati orang Kristen yang mengatakan, "Ya ..., itu bisa terjadi."
Seorang pembicara bernama Doug Wead, yang darinya saya telah banyak belajar tentang masalah ini, kadang-kadang menggoda para pendengarnya dengan berkata, "Tahukah Saudara ayat kesukaan saya dari seluruh Alkitab? Yohanes 3:16? Tidak. Mazmur 23? Tidak. Roma 12:1, 2? Tidak."
"Ayat kesukaan saya adalah Pengkhotbah 9:4." Orang-orang kelihatan ingin tahu dan mulai membuka halaman demi halaman di Perjanjian Lama. Sebelum banyak orang menemukannya, Wead mengutip ayat itu, "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati!"
Ia selalu membuat tertawa, tetapi pendapatnya serius. Lebih banyak di antara kita yang sama dengan anjing daripada dengan singa. Kita tidak berharap untuk menjadi raja di hutan modern. Tetapi anjing pun bisa memiliki pengharapan. Dan di mana ada pengharapan, di sana ada optimisme. Ada jaminan bahwa Allah belum kehabisan pilihan, demikian pula kita. *
Diambil dari : terangdunia.com

Friday, October 9, 2009

Pria Diberkati



Gereja kita percaya bahwa setiap jemaat sekalian adalah Hamba Tuhan yang selalu harus terlibat dalam pelayanan. Itu sebabnya Gereja kita memiliki program-program yang membangun serta mendorong agar tiap-tiap bagian tubuh Kristus harus melayani Tuhan. Untuk itu pada hari Rabu, 14 November 2007, Team Pria Diberkati dibawah pimpinan Pdt. Ronny Rompas dan Pdt. Julius Anthony yang berjumlah 35 orang, melayani bersama Yayasan Batu Penjuru, menuju Pulau Nusa Kambangan. Rombongan yang meninggalkan Jakarta sehari sebelumnya, telah tiba di Cilacap Jawa Tengah pada hari Selasa malam. Pada hari Rabu pagi, setelah doa pagi dan briefing yang dipimpin Pdt. Julius Anthony, rombongan dipecah menjadi 4 team yang terbagi untuk pelayanan di LP Batu, LP Besi, LP Permisan, LP Kembang Kuning dan terakhir seluruh team berkumpul di LP yang terbaru yaitu LP Pasir Putih yang biasa disebut SMS (Super Maximum Security), dimana terdapat didalamnya 45 orang dengan hukuman mati dari 27 negara.
Email This Post Email This Post
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Di LP Pasir Putih ini, saya sendiri melayani Firman Tuhan. Puji Tuhan, dari keempat team yang melayani, masing-masing memiliki kesaksian-kesaksian yang dahsyat. Begitupun warga binaan (Napi) di tiap-tiap LP begitu diberkati dengan paket sosial yang dibagikan yang merupakan dukungan dari jemaat sekalian. Bahkan para petugas pun turut diberkati dengan paket-paket tersebut. Puji Tuhan. Di LP Pasir Putih didalamnya terdiri dari 45 orang hukuman mati dan 21 orang hukuman seumur hidup, dimana hampir seluruhnya merupakan bandar-bandar narkoba dari 27 negara, seperti Nigeria, Nepal, Thailand, Myanmar, dll. Menurut Kepala LP, biasanya yang sudah menerima hukuman mati, sudah susah mau datang beribadah. Tetapi puji Tuhan, karena sebagian besar mereka telah diberkati dengan pelayanan dari Glow Fellowship Centre melalui U Channel, hampir seluruhnya hadir, bahkan pada saat pelayanan altar call, hampir seluruhnya maju dan menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus.

Dalam pemberitaan Firman Tuhan, saya sharring Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 32:1-5 tentang orang yang berbahagia. Bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang dosanya sudah diampuni. Karena ketika dosa kita sudah diampuni :

1. Jiwa kita tenang
2. Setan tidak punya kuasa
3. Hari depan kita terjamin
4. Mujizat pasti terjadi

Puji Tuhan, urapan Allah begitu dahsyat sehingga jemaat Tuhan di sana merasakan hadirat Tuhan yang dahsyat. Seorang Napi dari Nepal bernama Irwan, yang terkena hukuman mati, menyampaikan kepada saya : “untuk pertama kalinya saya sadar bahwa Tuhan ada dan mengasihi saya,…” Haleluya.

Doakan terus, agar program-program gereja kita boleh terus menjangkau banyak jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan. Tak lupa saya mendoakan agar Kuasa Tuhan terus mengurapi jemaat sekalian.

sumber: http://glowfc.com

Thursday, October 8, 2009

Bagaimana Menerima Mujizat.?



(Markus.16:17)

Pendahuluan.

Yesus telah memberikan kuasa kepada kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya untuk melakukan mujizat yang sama bahkan lebih lagi seperti yang Yesus lakukan. Dalam Markus 16:17 dikatakan tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: “Mereka akan mengusir setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Penjelasaan.

Apakah mujizat itu?

1. Mujizat adalah hak kita sebagai orang percaya
2. Mujizat adalah bukti kasih Anugerah Allah bagi kita
3. Mujizat adalah menyadari kita telah dibayar lunas oleh darah Yesus diatas kayu salib.
4. Mujizat menuntut kita untuk selalu mengandalkan Tuhan Yesus saja.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus kita telah diberi kuasa, bahwa kita dapat mengalami mujizat-mujizat Tuhan yang luar biasa. Bahkan didalam Alkitab ada sebuah peristiwa yang luar biasa terjadi didalam kehidupan seseorang yang bernama Bartemius. Dimana Bartemius yang buta mengalami mujizat kesembuhan dari Tuhan. Bagaimana Bartemius menerima mujizat?

1. Bartemius mengenal kepada siapa dia berteriak (ay. 47a)
Alkitab mencatat ketika Bartemius mendengar Yesus lewat di dekatnya, ia spontan langsung berteriak. Bartemius tahu kepada siapa ia berteriak, Bartemius kenal kepada siapa ia meminta. Seringkali doa kita tidak mendapat jawaban karena kita tidak mengenal kepada siapa kita berdoa, oleh sebab itu doa kita seringkali kita naikkan tanpa iman. Tetapi orang yang mengenal Allah pasti akan menaikkan doanya dengan satu kenyakinan penuh, bahwa Allah akan menjawab doanya sebab ia mengenal Allah sebagai Allah Bapa yang suka menjawab doa anak-anakNya.
2. Bartemius bertindak dengan iman (ay. 47b)
Setelah kita mengenal Allah, jangan berhenti pada level ini tetapi mulailah meminta dengan iman kepada-Nya. Bartemius tidak berhenti hanya tahu Yesus lewat tetapi tanpa malu-malu ia berteriak dan meminta dengan iman kepada Yesus. Kenapa doa kita kadang tidak dijawab oleh Tuhan? Jawabnya adalah mungkin kita belum pernah meminta kepada Tuhan. Matius 7:7 mengatakan bahwa minta maka akan diberi, cari akan mendapatkan dan ketok maka pintu akan dibukakan bagimu. Rahasia doa yang dijawab adalah ‘minta!’, kadang kita datang pada Tuhan dengan sejuta pujian tanpa pernah meminta. Mintalah maka akan diberi, minta dengan iman bukan meminta-minta.
3. Bartemius tidak mudah untuk menyerah (ay. 48)
Ketika banyak orang menegur dan menyuruh Bartemius diam maka semakin keras Bartemius berteriak. Kadang kita sudah mengenal Allah dan kita sudah berteriak tetapi kita kurang dalam hal ini. Seringkali iman kita dilunturkan oleh waktu, ketika kita sudah bertahun-tahun berdoa dan belum mendapat jawaban kita lalu menyerah begitu saja. Kalau teriakan kita ingin mengoncangkan surga dan menerima mujizat, jangan pernah berhenti berteriak, semakin banyak halangan semakin keras kita harus berteriak sampai doa kita dijawab oleh Tuhan. Jangan mudah menyerah dan putus asa, tetapi teruslah berdoa sampai doa kita dijawab oleh Tuhan (band. Lukas.18:1, berdoalah dengan tidak jemu-jemu..)
4. Bartemius menyingkirkan segala penghalang
Pada ayat ini dikatakan ketika Yesus mengundang Bartemius maka Bartemius‘menanggalkan jubahnya’. Di Israel orang dikenal statusnya dari jubah yang dikenakannya, janda memakai jubah warna unggu, dll. Jubah bicara status dan manusia lama kita. Ketika Bartemius datang kepada Tuhan ia meninggalkan semua hal yang masih menghalangi. Doa kita kadang tidak dijawab oleh Tuhan karena kita masih mengunakan jubah kita yang lama. Kita masih datang dengan status kita sebagai orang kaya, orang miskin, kita datang masih dengan dosa-dosa kita. Yesaya 59:2 mengatakan bahwa penghalang doa kita adalah segala dosa kita, oleh sebab itu apabila kita ingin doa kita mengoncangkan surga maka kita harus menyingkirkan segala hal yang merintangi doa kita dijawab.|
5. Bartemius berdoa sesuai dengan kebutuhan (ay 51)
Yesus bertanya kepada Bartemius apa yang ia minta dan Bartemius mengatakan ‘Rabuni’, supaya ia dapat melihat. Bartemius meminta sesuai dengan kebutuhannya saat itu yaitu melihat. Rahasia mengalami mujizat Tuhan adalah apabila kita meminta sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan. Matius 6:11 Yesus mengajarkan doa “berikan kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Artinya Yesus mengajarkan kita berdoa sesuai dengan kebutuhan kita bukan berdasarkan keinginan kita, sebab keinginan kita tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah terpuaskan. Tetapi jika kita berdoa sesuai dengan kebutuhan kita maka Tuhan pasti akan menjawab doa kita.

Penutup.

Sebagai kesimpulan untuk kita dapat menerima dan mengalami Mujizat Tuhan, kita harus yakin dan percaya adalah kehendak Allah bagi kita untuk mengalami mujizat-Nya, untuk itu kita juga harus siap membayar harganya yaitu melakukan perintah-perintah Firman-Nya, dengan menyadari bahwa Yesus Kristus Tuhan tidak berubah, Dia tetap sama, kemarin, hari ini, dan selamanya, serta kita harus siap memberi yang terbaik kepada Tuhan, Gereja, keluarga, bangsa dan sesama. Amin!

sumber : http://glowfc.com

Wednesday, October 7, 2009

Lebih Baik Kembali Kepada Kasih Mula-Mula



LUKAS 22 : 54-62

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau jatuh! Bertobatlah lakukanlah yang semula engkau lakukan……Wahyu 2 : 4-5.

Sebelum sebatang pohon rubuh, pasti ada indikasi awal yang mendahuluinya. Misalnya pohon itu berlubang, atau digerogoti oleh rayap, miring…..hingga akhirnya roboh, Begitu juga dengan kejatuhan. Itu tidak terjadi mendadak tetapi diawali serangkaian peristiwa yang mendahuluinya. Mengapa ada orang yang mengaku percaya Yesus begitu bergairah dalam pelayanan tetapi tiba-tiba menjadi tawar hati sehingga meninggalkan kasih mula-mula bahkan meninggalkan Tuhan. Marilah belajar dari kegagalan Petrus dan proses pemulihannya dalam Lukas 22 : 54-62.

Mengapa Kehilangan Kasih Mula-mula ?

1. Petrus Mengikut Yesus dari jauh (ayat 54).
Biasanya Petrus begitu dekat dengan Yesus, kemanapun Yesus pergi, Petrus ada disana, tapi kini ada jarak, disaat Yesus ditangkap dan diadili, Petrus menjauh, mungkin kondisi kita saat ini seperti Petrus, kita masih beribadah, melayani, berdoa, membaca Alkitab atau berpuasa, tapi hati tidak berkobar, dingin, doa menjadi hambar, pelayanan hanya menjadi formalitas dan getaran kasih Allah tidak lagi dirasakan, itulah ciri-ciri orang yang kehilangan akan kasih mula-mula.

2. Petrus mengikut Yesus seorang diri (ayat 54).
Biasanya Petrus bersama-sama Yohanes dan Yakobus, tetapi disini dia seorang diri. Padahal tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. (Kejadian 2:18). Berdua lebih baik dari seorang diri. (Pengkhotbah 4: 9-10). Yesuspun mengutus 70 murid dan melayani berdua (Lukas 10: 1). Betapa penting kita memiliki sahabat dalam pelayanan yang saling terbuka dan saling mendoakan. Supaya kita saling menguatkan, saling memberkati dan berbagi kesaksian hidup yang kita alami, agar yang mendengar dikuatkan.

3. Petrus duduk dalam kumpulan pencemooh (ayat 55).
Orang yang berbahagia adalah orang yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mazmur 1: 1).
Tuhan ingin kita menjauhkan diri dari orang yang melemahkan iman kita atau ingin menjatuhkan kita. Jika tidak, kasih kita kepada Tuhan akan luntur. Mari kita tinggalkan hal-hal yang hanya menyita energi rohani kita, serta memiliki rekan, yang membangkitkan iman dan membuat kasih kita kepada Kristus menyala-nyala.

Bagaimana Kembali kepada kasih Mula-mula?

1. Sadari peringatan dari Tuhan (ayat 60).
Ayam berkokok menjadi tanda peringatan yang menyadarkan Petrus bahwa dia telah menyangkal Kristus, dalam hal ini menuntunnya kepada pertobatan, kinipun Tuhan selalu menyadarkan umatnya untuk bertobat setiap saat melalui berbagai cara ; lewat khotbah yang menyentuh hati, teguran seorang rekan, kegelisahan dalam batin atau penyakit yang sering kita alami. Apapun bentuknya marilah kita sadar dan kembali kepada kasih mula-mula.

2. Sadari Tuhan melihat kita (ayat 61).
Lalu berpaling Tuhan memandang Petrus, seperti mata Yesus yang memandang Petrus, mata Tuhanpun selalu melihat kita jauh sampai kedasar hati yang paling dalam, pada mata Yesus tidak ada tuduhan yang ada adalah penerimaan dan panggilan untuk kita berbalik kepada kasih mula-mula.

3. Sadari Dosa dan tinggalkan (ayat 62).
Petrus menangis sedih karena penyangkalannya, namun kemudian dia bertindak pergi, melangkah keluar meninggalkan tempat kejatuhannya. Ada banyak orang menangisi dosa tapi tidak beranjak pada kejatuhannya keluar meninggalkan dosa…apa gunanya? Seperti Yudas menyesal karena menjual Yesus dan kemudian mengantung dirinya, belajarlah dari Petrus, dia bertobat dan kembali pada kasih mula-mula dan melakukan lagi apa yang selama ini dia lakukan yaitu menggembalakan kawanan domba-domba.

Kesimpulan :

Karena itu apapun kondisi kita sekarang, kembalilah pada kasih mula-mula. Bangun hubungan yang mendalam dengan Bapa melalui doa dan merenungkan FirmanNya siang dan malam serta hidup takut akan Allah. Kemudian bertumbuh terus dalam kasihNya sebab kasih mula-mula hanyalah standar minimal yang Tuhan inginkan dalam hidup kita, kita harus bertumbuh terus hingga kita memiliki kasih yang sempurna 1 Yohanes 4 : 18.


Pembicara Pdt. Eizama Gulo

Tuesday, October 6, 2009

7 Mahkota Yang Diterima Orang Percaya



PENDAHULUAN

Tidak dapat dipungkiri, kita bukan berasal dari dunia ini; sehingga selama kita menjalani kehidupan ini pasti kita akan menghadapi tantangan serta pergumulan. Namun perlu kita ingat perjuangan kita bukan hanya berada di bumi ini, karena ada upah bagi kita yang setia yaitu MAHKOTA.


MENYADARI MAHKOTA
as00093.jpg
Email This Post Email This Post
Cetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Ketika kita menyadari ada MAHKOTA bagi kita:

1. Kita makin kuat dan setia
2. Kita makin fokus
3. Kita tetap bersemangat dan bersukacita
4. Kita siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan




7 MAHKOTA

1. MAHKOTA KEMEGAHAN (I Tes 2 : 19 20)
Adalah mahkota yang akan diterima sebagai upah memenangkan jiwa bagi kerajaan sorga.
2. MAHKOTA KEBENARAN (II Tim 4 : 5 8)
Adalah mahkota yang akan kita raih sebagai upah kesetiaan dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Karena itu :
a. Jangan bersungut-sungut
b. Bertahan sampai akhir
c. Perbaikan iman
d. Sadar tentang keadilan Tuhan
3. MAHKOTA ABADI (1 Kor 9 : 24 27)
Adalah mahkota yang kita raih sebagai upah kemenangan kita dalam pertandingan iman.
a. Kuasai diri
b. Miliki mujizat yang jelas
c. Melatih tubuh
4. MAHKOTA KEHIDUPAN (Yakobus 1 : 12 13)
Adalah mahkota yang akan kita terima sebagai upah kesetiaan kita dalam menghadapi ujian hidup dengan sukacita.
a. Jaga lidah
b. Jaga pikiran
c. Jaga Hati
d. Jaga Langkah
5. MAHKOTA KEMULIAAN (I Petrus 5 : 1 -5)
Adalah mahkota yang akan kita terima sebagai upah kesungguhan kita dalam menggembalakan, melayani atau menguatkan orang percaya yang lemah agar menjadi dewasa dalam Tuhan.
6. MAHKOTA KEMENANGAN (Wahyu 3 : 8 11)
Adalah mahkota yang kita terima sebagai upah kesungguhan kita dalam menjalankan kehendak Allah.
7. MAHKOTA KESETIAAN (Wahyu 20 : 4)
8. Adalah mahkota yang kita terima sebagai martir karena kesaksian Kristus martir:
a. Seorang yang tidak takut dan kompromi
b. Seorang yang mengasihi dan tulus
c. Seorang yang konsisten dalam iman

PENUTUP

Maz 89 : 20 “………….”Hanya pahlawan yang berhak meraih mahkota. Biarlah kita menjadi pahlawan-pahlawan Allah; yang memiliki semangat dan keberanian untuk selalu taat dan setia.

Ringkasan Khotbah IPI Kelapa Gading
Pembicara : Pdt. Gilbert Lumoindong

sumber : http://glowfc.com/

Monday, October 5, 2009

Dilambatkan



Dahulu pada tahun 1970-an, Tom Watson merupakan pegolf yang mulai naik daun di Kejuaraan PGA. Namun dari waktu ke waktu, ketika Tom memimpin turnamen dan sampai ke ronde terakhir, ia akan menjadi gugup, kalah dalam beberapa holes dan berakhir di pertengahan permainan. Segera media massa menyebut Tom sebagai "Si Gugup". Kritikan semacam itu hanya membuatnya semakin tertekan dan makin cenderung gugup.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah golf, Watson berkata, "Setiap orang bisa saja gugup. Dalam kejuaraan US Open pada tahun 1974, saya selalu salah memukul. Syaraf saya tidak bisa menyesuaikan diri dalam pertandingan itu. Itulah kegugupan saya, sehingga saya tidak dapat menemukan pukulan atau ayunan stik golf yang pas."

Bagaimana Watson dapat mengatasi kegugupannya? "Byron memberikan nasihat yang terbaik kepada saya." Watson ingat apa yang pernah dikatakan oleh Byron Nelson, pemain golf profesional legendaris di tahun 1930-an dan 1940-an. Byron pernah berkata, "Jalanlah dengan perlahan-lahan, berbicaralah lambat lambat, lakukanlah segala hal dengan sengaja dilambatkan dari biasanya. Hal itu akan menenangkan engkau." Nasihat itu membantu Tom Watson mengatasi kegugupannya. Ia kemudian memenangkan banyak turnamen golf, termasuk kejuaran Inggris Terbuka sebanyak lima kali.

Setiap orang bisa saja gagal. Kegagalan merupakan bagian dari proses yang membawa kita pada kedewasaan dan keberhasilan. Kebanyakan para pengusaha yang sukses telah melalui berbagai kegagalan dalam kehidupan ini, namun mereka biasanya tidak menganggap kegagalan mereka sebagai kekalahan. Mereka menganggap kegagalan sebagai pelajaran. Jika anda ingin berhasil, belajarlah banyak dari kegagalan anda sendiri.

"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14)

Sumber: Os Hillman
Sumber Pengutipan: http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

Sunday, October 4, 2009

Wisdom



Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President & CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?

Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.

Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.

Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.

Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.

Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.

Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dibanding kedua kakaknya.

Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.

Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.

Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President & CEO?

Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.

Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.

Bagaimana jalan keluarnya?

Konsultan angkat tangan.

Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.

Dibentangkannya persoalan secara gamblang.

Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing

memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.

Dialog pun dimulai.

Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.

"Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku, " kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.

Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.

"Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku, " katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. "Budget maksimum Rp1 juta," tambahnya lagi.

Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.

Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.

"Bagus, besok giliranmu," kata si ayah kepada anak keduanya.

Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.

"Oke, besok giliranmu," kata sang patriarch menunjuk putrinya.

Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.

"Lho, kok kosong?" tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.

Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.

"Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari," katanya kalem.

Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.

Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.

Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.

Dari dulu botak memang ciri orang pintar.

Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri.

"Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya."

Sumber: http://renungan-harian-kita.blogspot.com/